Mengenal NPD, Begini 13 Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Istilah narsistik atau NPD belakangan kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap egois, haus perhatian, atau merasa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain. Namun, Narcissistic Personality Disorder (NPD) sebenarnya merupakan kondisi kesehatan mental yang tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan beberapa sifat seseorang.

Gangguan kepribadian narsistik merupakan kondisi ketika seseorang memiliki rasa kepentingan diri yang sangat tinggi, membutuhkan perhatian dan kekaguman secara berlebihan, serta dapat mengalami kesulitan memahami atau memedulikan perasaan orang lain.

Mengutip Mayo Clinic, di balik kepercayaan diri yang tampak sangat tinggi, orang dengan NPD dapat memiliki ketidakpastian mengenai harga dirinya dan sangat sensitif terhadap kritik, bahkan kritik yang relatif kecil. Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan dengan orang lain, pekerjaan, pendidikan hingga keuangan.

Orang dengan NPD juga dapat merasa tidak bahagia dan kecewa ketika tidak mendapatkan perlakuan khusus atau kekaguman yang mereka yakini pantas diterima. Hubungan mereka dengan orang lain pun dapat menjadi bermasalah dan terasa tidak memuaskan.

NPD lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan sering kali mulai terlihat pada masa remaja atau awal masa dewasa. Meski demikian, anak-anak juga dapat menunjukkan sifat narsistik. Hal tersebut bisa menjadi bagian normal dari perkembangan sesuai usia dan tidak otomatis berarti mereka akan mengalami NPD ketika dewasa.

Ciri-ciri NPD

Gejala NPD dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang. Menurut Mayo Clinic, sejumlah ciri yang dapat ditemukan pada orang dengan gangguan kepribadian narsistik antara lain:

  1. Memiliki rasa kepentingan diri yang sangat tinggi dan membutuhkan kekaguman secara terus-menerus dan berlebihan.
  2. Merasa berhak mendapatkan keistimewaan dan perlakuan khusus.
  3. Berharap dianggap lebih unggul meskipun tidak memiliki pencapaian yang mendukung anggapan tersebut.
  4. Membesar-besarkan pencapaian dan bakat.
  5. Terobsesi dengan fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan, atau pasangan yang dianggap sempurna.
  6. Meyakini dirinya lebih unggul daripada orang lain dan hanya dapat dipahami oleh orang yang dianggap sama istimewanya.
  7. Mengkritik dan memandang rendah orang yang dianggap tidak penting.
  8. Mengharapkan perlakuan khusus dan berharap orang lain menuruti keinginannya tanpa mempertanyakannya.
  9. Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
  10. Kesulitan atau tidak bersedia mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain.
  11. Merasa iri kepada orang lain sekaligus meyakini orang lain iri kepadanya.
  12. Bersikap arogan, sering membanggakan diri, atau terkesan sombong.
  13. Bersikeras mendapatkan yang terbaik dalam berbagai hal, misalnya mobil atau ruang kerja terbaik.

Sulit Menerima Kritik

Di sisi lain, orang dengan NPD dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi sesuatu yang mereka anggap sebagai kritik. Mereka dapat menjadi tidak sabar atau marah ketika tidak memperoleh pengakuan maupun perlakuan khusus.

Interaksi dengan orang lain juga dapat menjadi sulit karena mereka mudah merasa tersinggung. Dalam beberapa kasus, orang dengan NPD dapat bereaksi dengan kemarahan atau penghinaan serta mencoba merendahkan orang lain agar dirinya terlihat lebih unggul.

Mereka juga dapat mengalami kesulitan mengelola emosi dan perilaku, menghadapi stres, serta beradaptasi dengan perubahan. Orang dengan kondisi ini bisa menarik diri atau menghindari situasi yang berpotensi membuat mereka gagal.

Mereka juga dapat merasa murung atau depresi ketika tidak mampu memenuhi standar kesempurnaan yang mereka tetapkan. Di baliknya, dapat terdapat perasaan tidak aman, malu, terhina, serta ketakutan bahwa orang lain akan melihat mereka sebagai seseorang yang gagal.

Apa Penyebab NPD?

Penyebab pasti gangguan kepribadian narsistik hingga kini belum diketahui. Seperti gangguan kepribadian lainnya, penyebabnya kemungkinan kompleks dan melibatkan sejumlah faktor.

Mayo Clinic menyebut NPD dapat berkaitan dengan lingkungan, termasuk pola hubungan orang tua dan anak yang memberikan pujian secara berlebihan ataupun kritik berlebihan yang tidak sesuai dengan pengalaman dan pencapaian anak. Faktor genetik atau karakteristik tertentu yang diwariskan juga mungkin berperan.

Selain itu, faktor neurobiologi, yakni hubungan antara otak dengan perilaku dan pola pikir seseorang, turut dipertimbangkan. Sejumlah peneliti menduga pola pengasuhan yang terlalu protektif ataupun mengabaikan anak dapat berpengaruh terhadap anak yang sejak awal memiliki kecenderungan untuk mengembangkan gangguan tersebut. Namun, genetika dan faktor lain juga dapat berperan.

Dampak NPD

Gangguan kepribadian narsistik dapat menimbulkan sejumlah komplikasi dan muncul bersamaan dengan kondisi lainnya.

Dampaknya antara lain masalah dalam hubungan, kesulitan di tempat kerja atau sekolah, depresi dan kecemasan, gangguan kepribadian lainnya, gangguan makan seperti anoreksia, masalah kesehatan fisik, serta penyalahgunaan narkoba atau alkohol. Dalam kondisi tertentu, NPD juga dapat berkaitan dengan pikiran atau perilaku bunuh diri.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |