Trump Mau Setop Ekspor Solar AS, Harga Dunia Bisa Makin Gila

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan mendukung gagasan untuk menghentikan ekspor bahan bakar diesel alias solar dari AS. Wacana tersebut kini didorong sejumlah politikus AS sebagai salah satu cara menekan lonjakan harga energi yang makin membebani konsumen.

Harga solar di Eropa dan AS telah melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah. Perang di Iran dan Ukraina memangkas pasokan dari sejumlah negara produsen besar, termasuk Rusia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Di AS, harga rata-rata satu galon solar mencapai US$6,53 pada Selasa. Angka itu menjadi rekor tertinggi dan melonjak lebih dari 75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Trump menyampaikan dukungannya tersebut menjelang pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengatakan AS sebenarnya memiliki produksi solar dalam jumlah besar sehingga sebagian pasokan tidak perlu dikirim ke luar negeri.

"Saya sudah mengatakan, mari kita jangan mengirim diesel ke luar. Kita memproduksi banyak diesel ... Saya sudah menyerukannya. Saya sudah menyerukannya kepada orang-orang saya," kata Trump kepada wartawan, dilansir The Guardian, Rabu (23/9/2026).

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang berbicara dalam pertemuan yang sama, mengatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan tersebut, termasuk dampaknya terhadap kapasitas pengolahan minyak dalam negeri.

"Kami sedang mengkaji apakah hal itu layak dilakukan dari sisi kapasitas penyulingan secara keseluruhan dan apakah larangan penuh atau sebagian akan berhasil," kata Bessent.

Sebelumnya, Trump pada Minggu meminta Zelensky menghentikan sementara serangan terhadap kilang minyak Rusia. Menurut laporan Financial Times, Trump khawatir serangan tersebut justru makin mendorong harga energi.

Trump juga menulis di media sosial bahwa Rusia "sayangnya kehilangan kendali atas Industri Minyak Dieselnya".

Dorongan untuk melarang ekspor diesel juga datang dari sejumlah kandidat Partai Republik yang tengah bertarung dalam pemilihan Senat AS dengan persaingan ketat. Mereka meminta pemerintahan Trump menggunakan kebijakan tersebut untuk membantu menekan biaya yang harus ditanggung masyarakat AS.

Salah satunya adalah anggota DPR AS dari Partai Republik, Ashley Hinson, yang maju dalam persaingan menuju Senat dari Iowa. Ia menilai masyarakat di negara bagian tersebut tengah tertekan oleh tingginya harga.

"Warga Iowa sedang terjepit dan seharusnya tidak perlu menanggung beban di pompa bensin atau antrean kasir akibat perang di Iran. Kita perlu menggunakan setiap opsi yang tersedia untuk memberikan sedikit keringanan dari tingginya harga," tulis Hinson di X.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari kelompok industri bahan bakar AS. American Fuel and Petrochemical Manufacturers mengatakan larangan ekspor justru dapat menjadi bumerang.

Menurut kelompok tersebut, kilang domestik kemungkinan harus mengurangi produksi jika ekspor diesel dihentikan. Penurunan produksi diesel juga akan berdampak pada produksi bensin.

Trump sendiri mengatakan isu serangan Ukraina terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia akan dibahas dalam pertemuannya dengan Zelensky.

"Itu merupakan pukulan serius bagi Rusia. Ini juga merupakan pukulan serius terhadap harga diesel," kata Trump.

Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Zelensky juga akan membahas upaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

"Saya pikir itu akan terjadi," kata Trump mengenai kemungkinan tercapainya solusi untuk mengakhiri perang tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |