Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita buka suara soal kelanjutan insentif kendaraan listrik, baik mobil listrik maupun motor listrik.
Agus mengatakan saat ini kelanjutan insentif tersebut masih dalam pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), karena pemberian insentif tersebut harus mendapat persetujuan dari Kemenkeu.
"Insentif kendaraan listrik, lagi dalam pembicaraan ya, lagi dalam pembahasan," kata Agus Gumiwang saat ditemui wartawan setelah rapat kerja (raker) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (26/1/2026).
Terkait pembahasan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Agus mengatakan saat ini tengah dibahas, termasuk teknisnya.
"Kami membahas, dan teknisnya juga sedang dibahas," ujarnya.
Foto: Penjualan Motor Listrik (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Karyawan menyiapkan motor yang akan dibawa oleh konsumen di showroom penjualan sepeda motor listrik Uwinfly dikawasan Otista, Jakarta, Jumat, 26 November 2021. Pandangan negatif masyarakat Indonesia terhadap kendaraan yang menggunakan energi listrik sebagai sumber energi, perlahan mulai luntur. Hal ini bisa dilihat, dari mulai banyaknya jumlah sepeda motor berteknologi canggih itu yang terjual di Tanah Air. Data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan, penjualan mobil dan motor listrik di Indonesia selama dua tahun terakhir menunjukkan kenaikan yang cukup besar. Berdasarkan data jumlah Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dari Kemenhub, per Agustus 2021, untuk penerbitan SRUT kendaraan roda dua kenaikannya tiga kali lebih besar, yaitu mencapai 7.526 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Cabang Dealer Motor Uwin fly Wahyudi Amran mengatakan motor ini mengatakan penjualan motor listrik kurang lebih PO 2000 unit per bulan untuk jenis sepeda dan motor. "Untuk harga motor dijual dari Rp 9 juta sampai Rp 15 juta untuk tipe roda dua. Untuk tipe roda tiga paling tinggi Rp20 juta". Katanya saat diwawancarai oleh CNBC Indonesia.Meskipun masih jauh di bawah penjualan kendaraan dengan mesin konvensional, namun pencapaian itu menunjukkan tingginya minat masyarakat Indonesia dalam menggunakan kendaraan listrik. Sayangnya, sampai saat ini masih ada beberapa kendala yang membuat calon konsumen ragu untuk beralih ke mobil dan motor listrik. Seperti harga jualnya, harga baterai, dukungan purna jual, hingga ketersediaan infrastruktur.Badan Riset dan Inovasi Nasional mengatakan bahwa kegiatan riset dan inovasi pada kendaraan listrik dapat menjadi titik penting, untuk menyiapkan industri dalam negeri dalam mendukung era kendaraan listrik di Indonesia. Meski perkembangan industri mobil listrik sudah berjalan cepat khususnya tiga tahun terakhir, namun untuk dapat mengejar perkembangan global maka BRIN akan fokus pada tiga teknologi kunci yaitu teknologi motor, teknologi baterai dan teknologi charging station. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Namun sayangnya, pihaknya tidak menjelaskan kapan pembahasan tersebut selesai dan insentif kendaraan listrik di 2026 ditetapkan.
Sebelumnya, Agus mengatakan bahwa usulan mengenai insentif kendaraan bermotor telah diberikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia pun memastikan skema stimulus yang diusulkan kali ini tidak lagi bersifat umum, melainkan jauh lebih terperinci dibandingkan periode pandemi Covid-19.
"Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah, ada perbedaan. Di sini kita akan kenakan, di sini yang kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibandingkan dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN dan sebagainya itu kita buat lebih detail," ujar Agus pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Khusus untuk kendaraan listrik, Agus menegaskan fokus pemerintah adalah mendorong pembeli pertama agar adopsi electric vehicle (EV) semakin luas.
"Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan," jelasnya.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]




























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362119/original/035085500_1758837955-Calvin-Verdonk-Europa-League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236758/original/069830300_1748524187-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya__Egy_Maulana__Rizky_Ridho_copy.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366297/original/013965500_1759222382-Formasi_Timnas_Indonesia_vs_Arab_Saudi.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

