Negara Ini Krisis Nasional karena HIV, Kasus Melonjak 27%

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Fiji menetapkan HIV sebagai krisis nasional setelah jumlah diagnosis baru melonjak 27% pada 2025. Pemerintah khawatir penularan yang sebelumnya banyak terkait pengguna narkoba suntik kini semakin meluas ke masyarakat.

Pemerintah Fiji menyebut sebanyak 2.016 orang didiagnosis HIV sepanjang 2025. Dalam pernyataan yang diunggah di Facebook, pemerintah juga memperkirakan sekitar satu dari setiap 60 orang dewasa di negara kepulauan Pasifik tersebut hidup dengan HIV.

Direktur Eksekutif UNAIDS Winnie Byanyima mengatakan Fiji telah meningkatkan langkah penanganan karena menyadari situasi yang semakin mendesak. "Fiji telah menyadari urgensi situasi saat ini dan meningkatkan langkah penanganannya," ujar Byanyima, seraya menyebut kondisi tersebut sebagai pengingat bahwa AIDS belum berakhir seperti dikutip Reuters, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 59 bayi juga tercatat lahir dengan HIV pada tahun lalu, dengan 18 di antaranya meninggal sebelum berusia satu tahun. Pemerintah mengatakan perluasan tes membantu mendeteksi lebih banyak infeksi sehingga pengobatan dapat diberikan lebih dini.

Menurut UNAIDS, Fiji mengalami salah satu lonjakan infeksi HIV baru paling tajam di dunia. Dari sekitar 9.100 orang yang diperkirakan hidup dengan HIV pada 2025, hanya 39% yang mengetahui status mereka dan sekitar 22% menerima pengobatan antiretroviral.

UNAIDS menyebut, dari kasus yang diketahui jalur penularannya, lebih dari separuh berkaitan dengan hubungan seksual, sementara lebih dari 42% terkait penggunaan narkoba suntik. Badan tersebut mendukung rencana Fiji memperluas layanan jarum dan alat suntik serta akses terhadap pre-exposure prophylaxis (PrEP) untuk mengurangi risiko penularan.

Pemerintah Fiji berencana memperluas akses tes HIV gratis, sukarela, dan rahasia, sekaligus memperkuat layanan pencegahan, harm reduction, serta pengobatan. Pemerintah juga membentuk subkomite kabinet yang terdiri dari lima menteri untuk mengatasi berbagai hambatan dalam penanganan epidemi tersebut.

Pemerintah menegaskan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV merupakan tindakan ilegal dan layanan HIV tersedia di seluruh wilayah Fiji. Meski demikian, tingkat prevalensi yang diperkirakan satu dari 60 orang dewasa masih lebih rendah dibandingkan sejumlah wilayah Afrika, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencapai hampir satu dari 35 orang dewasa.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |