PLTS Dapat Porsi 17 GW di RUPTL, ESDM: Ada Arahan Dipercepat!

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menggenjot pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 2034. Hal ini seiring terbitnya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025-2034.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listyani menyampaikan dari seluruh jenis kapasitas pembangkit energi bersih yang akan dibangun di dalam RUPTL, energi surya memiliki porsi yang cukup besar yakni 17 gigawatt (GW).

"Tadi disebut pelaksanaan RUPTL itu kan memang diharapkan the greenest ya. Kalau kita berakhir nanti bisa bauran EBT juga 30%. Nah dari sektor tadi yang sudah disebutkan kan tentang PLTS. Memang pembangkit listrik tenaga surya ini mendapat porsi 17 Giga di dalam RUPTL," ujar Eniya dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia dikutip Jumat (6/2/2026).

Meski telah mendapat porsi besar, pemerintah masih membuka peluang percepatan pembangunan PLTS di luar target awal RUPTL. Adapun, saat ini, menurut Eniya pihaknya sedang mendiskusikan hal tersebut.

Selain PLTS, RUPTL terbaru juga memuat pengembangan berbagai jenis pembangkit energi bersih lainnya. Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) sekitar 40 MW, kemudian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sekitar 500 MW. dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sekitar 32 MW.

"Nah dari sini target kita untuk merealisasikan itu, kita sekarang sedang sudah ada izin dari pemerintah untuk merubah Perpres 112. Jadi Harga EBT akan kita tetapkan, sekaligus sudah kita review ya sejak dari 2021 itu kita review. Nah kita adakan update-update percepatan di regulasi untuk kita tuangkan di dalam revisi dari Perpres 112," tambahnya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |