Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin sidang penyelesaian masalah hambatan usaha alias debottlenecking pada hari ini, Jumat (6/2/2026).
Ini adalah sidang debottlenecking ketiga yang digelar secara terbuka, setelah sidang pertama pada akhir tahun lalu, Selasa, 23 Desember 2025.
Adapun untuk sidang yang digelar pada hari ini akan membahas dua permasalahan yang dilaporkan ke Purbaya.
Masalah pertama membahas terkait aduan perizinan dasar sertifikat laik fungsi (SLF) dan perizinan bangunan gedung yang disampaikan oleh 41 apotek berskala UMKM yang tergabung dalam Gerakan Apoteker-Pemilik Apotek Independen (GAPAI).
Sementara itu, masalah kedua digelar untuk membahas laporan PT Pertamina Patra Niaga terkait program bioethanol atau Pertamax Green 95 yang terkendala tata kelola perizinan berusaha.
Saat digelarnya sidang perdana, Purbaya memberikan kesempatan kepada pengusaha yang memiliki kesulitan dalam menjalankan usahanya untuk melapor langsung kepadanya dan jajaran pejabat terkait yang bersinggungan dengan masalah sidang saat itu, mulai dari pendirian usaha hingga persoalan yang berkaitan pembiayaan.
Permasalahan hambatan usaha alias debottlenecking bisa disampaikan melalui kanal pengaduan https://lapor.satgasp2sp.go.id/. Proses penyelesaian akan memakan waktu yang beragam, tergantung persoalan.
Sebagai informasi, dari kanal dibuka pada 16 Desember 2025 hingga 6 Februari 2026 per pukul 07.00 WIB sudah terdapat 76 laporan yang masuk, 60 dalam proses, 4 sudah selesai dan 12 dikembalikan untuk diperbaiki.
(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)

