Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah RI melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku 2025-203 sebagai peta jalan pengembangan sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
Pemerintah berencana menambah kapasitas pembangkit listrik RI sebesar 69,5 Gigawatt dengan sekitar 42,6 GW akan berasal dari pembangkit EBT, 10,3 GW dari sistem penyimpanan energi (storage), sedangkan 16,6 GW dari pembangkit berbasis energi fosil.
Dalam Energy Outlook 2026, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menyebutkan dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan energi maka hal terpenting adanya memastikan keamanan pasokan dan penyaluran energi. Hal ini dapat diwujudkan dengan mendorong pemanfaatan migas yang beriringan dengan upaya mendorong peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT).
Dalam pengembangan EBT, listrik dari PLTU Batu Bara tidak dilakukan secara langsung namun dilakukan bertahap salah satunya memanfaatkan sumber energi gas bumi dan nuklir. Untuk nuklir RI berpotensi mengembangkan lebih dari 500 Megawatt.
Sementara Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi menyebutkan pemerintah mencapai target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) 15,75% di akhir tahun 2025 dengan didorong sektor hydro, panas bumi dan bioenergi dengan capaian investasi EBT tembus USD 2,2 Miliar di atas target USD 1,5 Miliar.
Dalam upaya mendorong investasi EBT, ESDM terus melakukan deregulasi aturan dan proses termasuk percepatan lelang panas bumi secara on line. Perluasan EBT juga didorong melalui pemanfaatan EBT di sektor minerba hingga mandatori Biodiesel B40 yang mampu menghemat devisa impor BBM sebesar Rp 130, 21 Triliun dan penyerapan tenaga kerja hingga 1,84 juta orang.
Di sisi lain, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera mengatakan hilirisasi menjadi salah satu strategi mendorong daya saing RI termasuk dalam penyediaan energi utamanya energi baru dan terbarukan (EBT) uatamnya dari sektor tenaga surya.
BKPM mendorong pengembangan industri dan investasi pendukung EBT seperti pabrik komponen terkait pembangkit listrik tenaga surya yang saat ini sudah mencapai 60%. Dari sisi bahan bakar, BKPM mendorong industri pengembangan biodiesel, bioavtur hingga bioetanol.
Dalam upaya mempercepat transisi energi dan mendukung perekonomian menuju 8%, VP Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero), Ricky Faizal memastikan peran PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Langkah ini termasuk dalam RUPTL 2025-2034 yang menambah kapasitas listrik sebanyak 69,5 GW sekaligus membangun transmisi jaringan listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sepanjang 48.000 Kilometer sirkuit (Kms).
PLN juga menargetkan membangun Infrastruktur gardu induk 107, 95 Giga Volt Ampere (GVA) guna memastikan keandalan pasokan listrik dan memperluas jangkauan pelanggan baru.
Lalu seperti apa upaya mendorong percepatan transisi energi menuju swasembada dan ketahanan energi nasional? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno bersama Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi dengan Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera dan Vice President Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero), Ricky Faizal dalam Energy Outlook 2026, CNBC Indonesia,(Kamis, 05/02/2026)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)