Viral Perawatan Skin Booster Pakai Kulit Mayat, Begini Tekniknya

16 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren di dunia kecantikan berganti dengan cepat. Usai tren perawatan kulit menggunakan DNA salmon, kini muncul tren skin booster dari Korea Selatan yang menggunakan 'kulit mayat'. Seperti apa perawatannya?

Mengutip Korea JoongAng Daily, perawatan yang dikenal sebagai skin booster berbasis matriks ekstraseluler (ECM) ini menggunakan jaringan yang diambil dari kulit manusia, yang disebut matriks dermal aseluler, di mana sel-selnya telah dihilangkan dan diproses menjadi bubuk, kemudian dilarutkan dalam cairan salin dan disuntikkan ke wajah.

Prinsip dasarnya sederhana: seiring bertambahnya usia kulit, kandungan seperti kolagen, elastin, dan asam hialuronat mengalami kerusakan. Skin booster ECM bertujuan untuk membangun kembali struktur tersebut, namun tidak dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi komponen-komponen itu sendiri, melainkan dengan menanamkan langsung materi yang telah hilang tersebut.

Skin booster ini memicu kontroversi karena persoalan etika. Sebab, donasi jaringan kulit manusia pada dasarnya ditujukan untuk membantu korban luka bakar, korban kecelakaan yang selamat, serta pasien yang menjalani prosedur rekonstruksi. Karenanya, banyak ahli mempertanyakan apakah etis menggunakan kembali jaringan hasil donasi untuk perawatan estetika yang bersifat komersial.

Di Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Indonesia (Perdoski) juga telah angkat bicara mengenai masalah ini. Ketua Umum Dr dr Hanny Nilasari, SpDVE, Subsp Ven, FINSDV, FAADV membenarkan bahan berasal dari donor jaringan kulit manusia, namun belum dipastikan apakah diambil dari manusia yang masih hidup atau meninggal.

"Donornya memang donor yang kita enggak tahu apakah itu donor hidup, apakah donor mati," ungkapnya.

"Tetapi, istilah 'suntik kulit mayat' itu sebetulnya enggak menggambarkan hal yang sesungguhnya gitu," lanjutnya.

Hanny juga menegaskan tiap produk estetika medis dengan bahan baku jaringan donor manusia harus memenuhi tahapan regulasi dan uji klinis sebelum resmi dipasarkan.

Masyarakat diimbau tak tergiur promosi berlebihan di media sosial. Selain itu memeriksa legalitas izin edar produk dari BPOM.

Sementara itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan akan melakukan investigasi soal tren perawatan kecantikan skin booster yang menggunakan 'kulit mayat'. Tim khusus diterjunkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

"Ya sekarang lagi diinvestigasi sama Kedeputian 1 (Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif) dan Kedeputian 4 (Bidang Penindakan). Jadi saya kira, memang sudah saya dengar laporan itu," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar. 

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |