Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah gambar viral menunjukkan mendiang penjahat seksual, Jeffrey Epstein, dan seorang pengusaha Arab asal Uni Emirat Arab (UEA) Sultan Ahmed bin Sulayem. Dalam gambar itu, keduanya terlihat melihat sebuah benda di lantai yang diyakini sebagai kain suci penutup Ka'bah di Makkah, Arab Saudi, Kiswah.
Dalam foto yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) itu, Epstein dan Sultan Ahmed tampak akrab seraya menunjukkan gesture yang sama dengan posisi berdiri berdampingan. Sulayem sendiri adalah seorang pengusaha terkemuka dan orang kuat di Dubai, yang menjadi Kepala Eksekutif DP World.
"Kedua pria tersebut meletakkan tangan mereka di saku di bawah tangga, dan melihat ke bawah pada sebuah objek yang tampak sangat mirip dengan Kiswah, kain hitam bersulam emas yang menutupi Ka'bah di pusat situs tersuci Islam di Arab Saudi," tulis laman Middle East Eye, Senin, dikutip Selasa (10/2/2026).
Gambar tersebut diketahui, dikirim sebagai lampiran dari alamat email yang disensor ke Epstein dan alamat email lain yang juga ditutup DOJ, tertanggal 8 Mei 2014. Pengirim menuliskan kalimat "hati-hati dengan apa yang Anda kira dompet raksasa di celana seseorang" dalam email, yang diyakini merupakan lelucon cabul.
Meski begitu, belum ada komentar dari DP World sendiri. Otoritas Arab Saudi yang mengawasi Makkah juga belum berkomentar saat berita diturunkan.
Foto: Jeffrey Epstein dan pengusaha UEA Sultan Ahmed bin Sulayem Foto Jeffrey Epstein dan pengusaha UEA Sultan Ahmed bin Sulayem bersama yang diklaim sebagai Kiswah Kaabah telah banyak dibagikan secara online. (Tangkapan Layar X/)
Kain yang Berbeda?
Meski begitu, laman online yang memberikan informasi terkini tentang Masjidil Haram di Makkah, Inside the Haramain, telah menerbitkan sebuah blog yang mempertanyakan kebenaran kain dalam gambar tersebut, Senin. Dikatakan bahwa berdasarkan peninjauan ahli internal" mereka tidak menerima bahwa gambar viral tersebut menggambarkan Kiswah Ka'bah yang sebenarnya.
Ditegaskannya, ada perbedaan seputar ukuran kain, bahan, batas dan tepi, serta pola dan motifnya. Perlu diketahui, Inside the Haramain, merupakan entitas swasta yang tidak berafiliasi dengan masjid suci atau pemerintah Arab Saudi.
Sebelumnya, dalam berkas Epstein (Epstein Files) yang dirilis Minggu lalu terungkap dari email bahwa potongan-potongan kain suci tersebut dikirimkan kepada Epstein melalui sejumlah perantara. Surat-menyurat tertanggal Februari dan Maret 2017 menunjukkan pengusaha wanita yang berbasis di UEA, Aziza al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potong kain yang terkait dengan Kiswah.
Email dalam arsip Epstein menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida, Amerika Serikat (AS) melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Paman Sam. Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein pada Maret 2017, lama setelah ia menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.
"Kain hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya," tulis Ahmadi, menjelaskan pentingnya kain tersebut bagi Epstein dalam sebuah email.
"Mereka mengelilingi Ka'bah tujuh putaran, lalu setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka meletakkan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka di atas kain itu. Berharap setelah itu semua doa mereka akan dikabulkan," tambahnya.
Perlu diketahui, Kiswah dilepas dari Ka'bah dan dipasang kembali setiap tahun pada hari kesembilan bulan Islam, Dzul Hijjah, selama ibadah haji tahunan. Kiswah lama kemudian dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan diperlakukan sebagai artefak berharga.
Bagian-bagiannya telah dipajang di museum-museum di seluruh dunia, dan diberikan kepada individu dan lembaga oleh pemerintah Arab Saudi. Tidak jelas di mana gambar Epstein bersama Sulayem pada tahun 2014 diambil.
"Mengingat makna keagamaan yang mendalam, meletakkan Kiswah di lantai tidak akan dianggap sebagai tindakan yang menghormati," tulis Middle East Eyes lagi.
Sudah Lama Kenal Epstein?
Sultan Ahmed bin Sulayem dilaporkan memiliki hubungan yang lama dengan Epstein, mungkin sejak 2008 saat mantan pemodal di AS itu pertama kali didakwa pelecehan seksual. Disebut Beberapa email antara keduanya membahas pengalaman seksual, dan berbicara tentang wanita dengan menggunakan bahasa yang merendahkan.
Dalam satu email, setelah membahas agama, Sulayem memberi tahu Epstein soal wanita Rusia. Isinya "saya sedang mengambil sampel wanita Rusia 100% yang segar di kapal pesiar saya".
Epstein sendiri tewas gantung diri di penjara New York tahun 2019 saat menunggu persidangan baru. Tak hanya dengan Sulayem, Epstein Files membuka banyak jaringan dirinya dengan sosok terkenal lain di dunia, mulai dari Presiden AS saat ini Donald Trump, sejumlah petinggi dunia dan kerajaan Eropa, hingga Elon Musk dan Bill Gates.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)







