100 "Robot" Pemantau Produksi Rokok Ditebar DJBC Mulai Akhir Juni 2026

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengungkapkan, pihaknya akan mulai memasang mesin otomatis pengawas produksi rokok di tiap-tiap industri hasil tembakau (IHT) mulai akhir Juni 2026.

Ia menyebut, pemasangan sistem yang terhubung langsung ke Kantor Pusat DJBC itu baru memasuki tahap awal uji coba pada akhir Juni.

"Mungkin akhir Juni atau awal Juli kita akan melakukan piloting dulu ya. Nanti setelah itu tahun depan baru kita bisa efektif," kata Djaka saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Djaka mengatakan, pada tahap awal uji coba itu, setidaknya akan ada 100 sistem yang ditebar di tiap-tiap industri rokok. Setelahnya, pada tahun depan seluruh industri rokok akan diwajibkan memasang sistem pengawas otomatis produksi itu.

"Dipasang untuk tahap awal mungkin sekitar 100 mesin dulu ya. Nanti bertahap sampai dengan ke depannya kita akan mewajibkan untuk pabrik-pabrik Rokok itu," ujar Djaka.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah akan meletakan mesin canggih yang bisa menghitung jumlah produksi rokok di tiap perusahaan dan terhubung langsung ke Kantor Pusat Kementerian Keuangan.

"Sebentar lagi Bea Cukai akan menjalankan mesin untuk mendeteksi penghitungan rokok secara otomatis yang di link ke pusat," kata Purbaya saat konferensi pers APBN di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Purbaya mengatakan, mesin ini akan diterapkan pada pekan depan. Targetnya seluruh mesin penghitung otomatis produksi rokok di tiap perusahaan Industri Hasil Tembakau (IHT) itu akan tuntas dalam enam bulan ke depan.

Menurutnya, dengan adanya mesin itu, nantinya tidak akan ada lagi kebocoran setoran cukai di sektor IHT. "Nanti perhitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai, sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi, deteksinya cukup canggih," ucap Purbaya.

"Termasuk salah peruntukan, salah personifikasi, itu bisa terdeteksi langsung dengan sistem baru," tegasnya.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |