Asing Rebutan Borong Obligasi Danantara, Rosan Beberkan Buktinya

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani membeberkan antusiasme investor akan surat utang yang diterbitkan oleh Danantara.

Dalam lawatannya ke sejumlah hub finansial global - termasuk New York, London, Singapura dan Hong Kong - Rosan mengaku bertemu dengan 122 investor. Dia membeberkan dari rencana US$ 1 miliar yang ingin diterbitkan, investor global malah meminta hingga US$ 4,6 miliar yang berarti oversubscribe lebih dari 3 kali lipat yang ditawarkan.

"Melihat animo yang begitu tinggi akhirnya kami meningkatkan dari US$ 1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar, yang di mana itu dibagi menjadi tenor 5 tahun dan juga 10 tahun," ujar Rosan dalam konferensi pers, Senin (15/6/2026).

Adapun dalam roadshow menemui calon investor tersebut, Rosan dibantu oleh sejumlah bank investasi raksasa global termasuk Morgan Stanley, HSBC serta Citigroup.

Roadshow perdana tersebut dilakukan Danantara setelah mendapatkan rating dari sejumlah lembaga pemeringkat termasuk Moody's, S&P, dan juga Fitch. Adapun peringkat surat utang yang diperoleh Danantara sama dengan rating pemerintah Indonesia atau sovereign rating yang mana adalah investment grade.

"Sebelumnya kami juga sudah pernah mendapatkan rating kalau dari Pefindo itu juga mendapatkan rating yang tertinggi atau Triple A," ungkap Rosan.

Selain memperoleh permintaan yang jauh melampaui target, Danantara juga berhasil mendapatkan tingkat kupon yang dinilai kompetitif. Obligasi tenor lima tahun diterbitkan dengan kupon 5,35%, sementara tenor 10 tahun dipatok 5,95%.

Yang menarik, investor asal Amerika Serikat justru menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi tersebut. Untuk tenor 10 tahun, sebanyak 52% investor berasal dari AS, disusul Eropa dan Timur Tengah sebesar 31%, serta Asia 17%.

"Yang justru peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat. Terutama yang 10 tahun, 52% yang subscribe dari bond kita adalah dari Amerika Serikat," ujar Rosan.

Ia menilai tingginya minat investor global tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia masih sangat kuat.

"Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan real," katanya.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |