Jakarta, CNBC Indonesia - Perilaku emosional pada anak sering kali muncul dalam berbagai bentuk sesuai tingkatan usianya. Misal, balita kerap mengekspresikan emosi dengan berteriak atau memukul ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Pada anak usia sekolah, rasa marah kerap ditunjukkan dengan menghentakkan kaki, sementara remaja cenderung membanting pintu atau memutar bola mata saat merasa frustrasi maupun tidak setuju.
Gaya berekspresi seperti ini kerap membuat orang tua kewalahan. Namun, menurut psikolog sekaligus penulis buku Parents Have Feelings, Too, perilaku yang dianggap "buruk" tersebut tidak selalu sekadar bentuk pembangkangan. Perilaku anak sebenarnya dapat menjadi media komunikasi utama atau petunjuk penting mengenai emosi, ketakutan, dan kekhawatiran yang sedang mereka alami.
Pemahaman orang tua terhadap pesan yang tersirat di balik aksi anak sangat berperan kritis. Ketika orang tua mampu membantu anak mengenali dan mengelola emosi tersebut, kecerdasan emosional anak akan terbangun dengan baik.
Penguasaan emosi sejak dini ini menjadi fondasi penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan, belajar secara mandiri, serta berani mengambil peluang baru di masa depan.
Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua ketika anak menunjukkan perilaku bermasalah? Berikut paparannya melansir CNBC Make It, Senin (14/9/2026).
1. Tenangkan diri sebelum menghadapi anak
Ketika anak mengamuk atau remaja membentak, orang tua tentu bisa merasa terguncang, marah, bahkan kehilangan kendali. Namun, anak belajar banyak dari apa yang mereka lihat dari orang tua. Karena itu, penting bagi orang tua untuk berusaha tetap tenang sebelum merespons.
Salah satu cara sederhana adalah berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam sebanyak lima kali. Pernapasan dalam dapat membantu tubuh memicu respons relaksasi sehingga orang tua memiliki kesempatan untuk merespons dengan lebih tenang, bukan sekadar bereaksi secara spontan.
Emosi juga dapat menular. Ketika orang tua mampu mempertahankan ketenangan, anak memiliki kesempatan untuk ikut belajar mengatur emosinya.
2. Jadilah "detektif", bukan CEO
Saat anak berperilaku buruk, orang tua mungkin langsung berkata, "Berhenti!" atau buru-buru mencari solusi. Namun, pendekatan yang terlalu mendikte dapat membuat anak menutup diri. Sebaliknya, orang tua disarankan mencoba menjadi seperti seorang detektif dengan mengembangkan rasa ingin tahu.
Tanyakan kepada diri sendiri: Apa yang sebenarnya sedang dialami anak hingga perilaku tersebut muncul? Misalnya, anak yang berbohong mungkin takut mendapat hukuman. Sementara itu, remaja yang terus menolak aturan bisa saja sedang membutuhkan lebih banyak rasa mandiri.
Setelah memahami kemungkinan penyebabnya, orang tua dapat mengajak anak berbicara mengenai solusi bersama. Anak pun belajar bahwa perasaannya dapat dibicarakan tanpa harus melampiaskannya melalui perilaku negatif.
3. Bantu anak mengenali emosinya
Perilaku bermasalah terkadang menjadi bentuk mekanisme pertahanan diri. Anak mungkin berbohong, menghindar, menyalahkan orang lain, atau melampiaskan kemarahan untuk melindungi diri dari perasaan yang tidak nyaman.
Emosi seperti malu, bersalah, takut, dan sedih bisa terasa sulit untuk dihadapi anak. Karena itu, membantu mereka menemukan kata untuk menggambarkan perasaan merupakan langkah penting.
Orang tua dapat memulainya dengan pertanyaan sederhana seperti:
"Apakah kamu sedang sedih?"
"Apakah kamu marah?"
"Apakah kamu merasa cemas?"
Proses mengenali dan menyebutkan emosi atau emotion naming dapat membantu anak memahami apa yang sedang mereka rasakan dan secara bertahap belajar mengelolanya.
4. Lihat kembali perilaku orang tua
Anak banyak belajar melalui contoh yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, ketika perilaku tertentu terus berulang, orang tua juga perlu melakukan introspeksi. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan kepada diri sendiri antara lain:
- Bagaimana saya menghadapi emosi saya sendiri?
- Apa yang biasanya saya lakukan ketika marah, sedih, takut, atau cemas?
- Apakah saya menghindari emosi yang tidak menyenangkan?
- Apakah perilaku anak saya memiliki kemiripan dengan perilaku yang mereka lihat dari saya?
Orang tua juga dapat memperhatikan respons tubuh ketika mengalami emosi. Misalnya, rasa berat di dada bisa berkaitan dengan kesedihan, sedangkan kemarahan dapat membuat tubuh terasa panas dan otot rahang menegang. Mengenali kondisi tersebut dapat membantu orang tua memahami kebutuhan emosionalnya sendiri sebelum menghadapi emosi anak.
5. Perhatikan stres yang belum terselesaikan
Stres sehari-hari maupun stres berkepanjangan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatur emosi, termasuk anak-anak. Perubahan besar dalam kehidupan keluarga, seperti kelahiran adik, masa transisi, atau kurang tidur, dapat membuat anak mengalami kemunduran perilaku atau lebih mudah mengalami meltdown.
Orang tua dapat menggunakan konsep H.A.L.T. untuk membantu mencari tahu kebutuhan dasar yang mungkin belum terpenuhi. Akronim tersebut terdiri dari:
- Hungry - lapar
- Angry - marah
- Lonely - kesepian
- Tired - lelah
Sebelum menganggap anak sengaja berperilaku buruk, orang tua dapat memeriksa apakah anak sedang lapar, lelah, merasa kesepian, atau memiliki masalah emosional yang belum terselesaikan. Terkadang, memberikan makanan, waktu istirahat, tidur yang cukup, atau sekadar meluangkan waktu berkualitas bersama anak dapat membantu mengubah suasana.
Memahami pesan di balik perilaku anak
Perilaku anak yang membuat orang tua frustrasi tidak selalu harus langsung dilihat sebagai bentuk pembangkangan. Di balik teriakan, bantingan pintu, kebohongan, atau amukan, bisa terdapat emosi yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.
Dengan tetap tenang, mencari tahu penyebab perilaku, membantu anak memberi nama pada emosinya, melakukan introspeksi, dan memperhatikan faktor stres, orang tua dapat membantu anak belajar mengelola perasaan secara lebih sehat.
Pada akhirnya, tujuan pengasuhan bukan hanya membuat anak berhenti berperilaku buruk, tetapi membantu mereka memahami mengapa mereka merasa demikian dan bagaimana menghadapi perasaan tersebut dengan cara yang lebih baik.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)