Bursa Asia Rontok, Aksi Jual Saham Teknologi Wall Street Menular

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia kompak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (6/2/2026), terseret aksi jual tajam saham teknologi di Wall Street.

Tekanan terdalam terjadi di Korea Selatan. Indeks KOSPI sempat anjlok hingga 5% sebelum memangkas penurunan, dan terakhir masih turun 3,86%. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil KOSDAQ mencatat koreksi lebih dalam sebesar 5,26%.

Di Jepang, Nikkei 225 dibuka melemah 1,22%, menandai potensi penurunan untuk hari ketiga beruntun. Indeks yang lebih luas, TOPIX, juga turun 0,74%.

Pasar Australia tak luput dari tekanan. S&P/ASX 200 merosot 1,61%, mencerminkan sentimen global yang masih risk-off.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index berada di level 26.510, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.885,24, mengindikasikan pembukaan yang berpotensi melemah di Hong Kong.

Mengutip CNBC.com, pelemahan di Asia mengikuti kinerja bursa Amerika Serikat semalam. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,20%, S&P 500 turun 1,23% hingga masuk wilayah negatif secara year-to-date, sementara Nasdaq Composite mencatat penurunan terdalam, anjlok 1,59%.

Tekanan di Wall Street dipicu sektor teknologi. Saham Alphabet tertekan setelah melaporkan kinerja kuartal IV dan memberi sinyal lonjakan belanja kecerdasan buatan (AI), dengan belanja modal 2026 mencapai US$185 miliar, sehingga sahamnya turun 0,5%.

Adapun Qualcomm ambles lebih dari 8% setelah menyampaikan proyeksi yang lebih lemah dari ekspektasi, di tengah kekurangan memori global.

Dengan tekanan dari saham teknologi global yang belum mereda, pelaku pasar Asia cenderung bersikap hati-hati sambil menanti katalis lanjutan dari data ekonomi dan perkembangan kinerja emiten teknologi besar.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |