Gelombang Buyback Kian Kencang, Saham Prajogo Pangestu Tak Ketinggalan

2 hours ago 2

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

06 February 2026 08:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat saham yang terafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu ikut meramaikan gelombang buyback pada awal tahun ini.

Mereka adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN),dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Empat emiten itu secara serentak melakukan buyback di tengah kondisi pasar yang bergejolak signifikan. Pembelian kembali saham diharapkan bisa meredakan laju penurunan harga saham dan dalam jangka pendek menjadi liquidity provider, serta menegaskan kepercayaan diri mereka terhadap prospek perusahaan mereka sendiri di masa depan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), TPIA dan BREN sama-sama mengalokasikan modal buyback paling jumbo sebesar Rp2 triliun, diikuti BRPT sebanyak Rp1 triliun, sementara CUAN sekitar Rp750 miliar. Seluruh dana itu bersumber dari internal perusahaan dan tidak memiliki pengaruh material terhadap kinerja operasional perusahaan.

Periode buyback berlangsung bersamaan bagi tidak emiten itu, dimulai sejak Rabu kemarin (4/4/2026) sampai berakhirnya pada 3 Mei 2026, jadi totalnya selama tiga bulan.

Berkat sentimen buyback ini, respon pasar mulai positif terhadap saham grup PP, tercermin dari saham BRPT pada kemarin Rabu melonjak 7,58% menuju Rp2.130 per lembar, kemudian saham TPIA menguat hampir 5% ke posisi Rp6.850 per lembar dan saham CDIA naik 3% menjadi Rp1.715 per lembar.

Penguatan kemarin membuat sebagian investor mulai bernapas lega, pasalnya selama sebulan terakhir saham-saham itu masih di zona koreksi. BRPT jatuh paling dalam lebih dari 30%, CUAN terjun kisaran 25%, sementara TPIA paling buncit sekitar 3,86%.

Adapun dengan bertambahnya tiga emiten grup PP, gelombang buyback yang kami catat sudah ada mencapai 26 perusahaan:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
| | | |