Pakar: Literasi Keuangan Sejak Kecil Bisa Cegah Bunuh Diri

11 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Literasi keuangan disebut dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan bunuh diri. Peneliti Kesehatan Mental, Dr. Sandersan Onie, BPsychSci (Hons), Ph.D bilang, masalah finansial merupakan salah satu faktor sosial yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan bunuh diri. Bahkan, menurut ia, di sejumlah negara terdapat intervensi pencegahan bunuh diri yang dilakukan dengan memberikan literasi keuangan sejak usia anak-anak.

"Di berbagai negara, salah satu intervensi pencegahan bunuh diri adalah melatih anak-anak kecil dalam literasi keuangan. Bagaimana mengelola keuangan. Jadi ke depannya tidak sampai terjerat pinjol atau bahkan judol," kata Sandersan dalam Temu Media Hari Pencegahan Bunuh Diri di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Sandersan menekankan, upaya pencegahan tidak seharusnya baru dilakukan ketika seseorang sudah berada dalam kondisi krisis atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup. Pendekatan yang lebih luas diperlukan untuk menciptakan kondisi sosial yang dapat mengurangi faktor risiko sebelum seseorang sampai pada titik tersebut.

"Kita harus menciptakan suatu negara di mana orang bahkan enggak kepikiran mau bunuh diri. Itu adalah pendekatan yang global sekarang," ujarnya.

Sandersan menjelaskan, pencegahan bunuh diri tidak berhenti pada layanan psikologis atau psikiatri. Kondisi kehidupan dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting.

Sejumlah faktor sosial yang perlu ditangani antara lain kemiskinan dan utang, pengangguran dan kehilangan pekerjaan, masalah perumahan, pelecehan dan kekerasan, diskriminasi dan stigma, isolasi sosial, konflik, bencana dan pengungsian, hingga lingkungan yang berkaitan dengan alkohol dan judi.

Psikolog Annelia Sari Sani juga mengatakan, persoalan utang, termasuk pinjaman online atau pinjol, cukup sering ditemukan dalam layanan bantuan krisis.

"Tidak jarang kita menemukan kasus yang terpikir untuk bunuh diri karena terjerat pinjol. Itu cukup sering," kata Anne.

Dalam kondisi seperti itu, lanjut Anne, persoalan yang dihadapi tidak selalu membutuhkan intervensi psikologis semata. Bantuan sosial juga dapat dibutuhkan karena akar persoalannya berkaitan dengan kesulitan finansial.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |