Potret Hujan Bom Molotov di Albania, Polisi Kocar-kacir Hadapi Massa

1 hour ago 1
Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi saat bom molotov dilemparkan dalam aksi protes anti-pemerintah di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, Selasa (10/2/2026). Kerusuhan kembali pecah pada malam hari ketika ribuan pendukung oposisi turun ke jalan menuntut pengunduran diri Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, menyusul penyelidikan kasus korupsi. Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan setelah sejumlah demonstran melempar molotov dan suar ke arah aparat keamanan. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Polisi antihuru-hara merespons dengan menembakkan gas air mata serta menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa di pusat kota. Kepolisian Albania melaporkan sedikitnya 16 orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar dan cedera lainnya, sementara 13 demonstran ditangkap terkait insiden tersebut. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Protes besar ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama, menyusul dugaan korupsi yang menyeret Balluku. Meski desakan publik kian kuat, Rama hingga kini tetap menolak memecat Balluku dari posisinya di pemerintahan. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Balluku, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Infrastruktur, dituduh oleh jaksa antikorupsi telah melakukan intervensi dalam proses pengadaan proyek konstruksi. Dugaan tersebut disebut dilakukan untuk menguntungkan sejumlah perusahaan tertentu. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Aparat penegak hukum bahkan telah meminta parlemen mencabut kekebalan hukum Balluku agar proses hukum bisa dilanjutkan. Di Albania, pencabutan imunitas pejabat tinggi hanya dapat dilakukan melalui pemungutan suara di parlemen. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Demonstrasi Selasa malam menjadi aksi ketiga dalam beberapa bulan terakhir yang menuntut Rama mundur. Untuk mengantisipasi eskalasi, lebih dari 1.300 personel polisi dikerahkan menjaga titik-titik strategis di Tirana, namun aksi tetap berakhir ricuh seperti dua demonstrasi sebelumnya. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Dalam aksi-aksi terdahulu, para demonstran juga melempar batu dan bom molotov ke arah polisi serta gedung pemerintahan. Aparat keamanan pun merespons dengan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. (REUTERS/Florion Goga)

Para petugas polisi bereaksi terhadap bom molotov selama protes anti-pemerintah, yang dipicu oleh penyelidikan korupsi terhadap Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, di depan Gedung Parlemen di Tirana, Albania, 10 Februari 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Pemimpin Partai Demokrat sekaligus tokoh utama oposisi, Sali Berisha, menyebut unjuk rasa itu sebagai “pemberontakan damai” pada momen krusial bagi masa depan Albania. Namun, sejumlah pengamat meragukan protes ini akan membawa perubahan politik besar. Analis politik Mentor Kikia menilai masyarakat Albania skeptis terhadap pilihan politik yang ada, di tengah upaya negara tersebut mempercepat proses bergabung dengan Uni Eropa yang ditargetkan rampung pada 2027. (REUTERS/Florion Goga)

Read Entire Article
| | | |