Prabowo Gaspol Hilirisasi Bauksit, Nilai Tambahnya Bisa 40 Kali Lipat

9 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mendorong hilirisasi sumber daya alam, salah satunya melalui pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi aluminium.

Menurutnya, hilirisasi komoditas tersebut mampu menciptakan nilai tambah hingga puluhan kali lipat dibandingkan jika bauksit hanya dijual dalam bentuk mentah.

Ia lantas mencontohkan pengembangan industri aluminium terintegrasi di dalam negeri, mulai dari pengolahan bauksit menjadi alumina hingga alumina menjadi aluminium.

"Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali. Dan ini sedang kita kerjakan semua," ujar dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).

Prabowo pun memproyeksikan hilirisasi bauksit dapat memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Pada 2030 misalnya, nilai yang dihasilkan dari pengolahan bauksit disebut dapat mencapai US$15 miliar hingga US$16 miliar.

"Kita perkirakan 2030 dari bauksit kita bisa mencapai 15 sampai 16 miliar dolar," katanya.

Selain itu, pengembangan industri hilirisasi bauksit juga disebut membutuhkan investasi besar. Prabowo memperkirakan investasi yang diperlukan untuk industri ini mencapai US$26 miliar dan akan menciptakan 229.000 lapangan kerja baru.

"Cadangan bauksit kita keenam terbesar di dunia. Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita," kata Prabowo.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |