Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan perang dengan Iran baru akan berakhir setelah pemilu sela AS pada November mendatang.
Pernyataan tersebut muncul ketika AS dan Iran kembali melancarkan serangkaian serangan besar terhadap kapal-kapal di kawasan. Iran mengatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (9/9/2026), setelah sebelumnya AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.
Rangkaian serangan balasan tersebut menjadi salah satu eskalasi terbesar terhadap pelayaran sejak perang dimulai dan sekaligus menunjukkan kecilnya peluang konflik berakhir dalam waktu dekat.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga makin meningkat. Arab Saudi pada Kamis mengeluarkan peringatan darurat untuk wilayah barat daya Khamis Mushait. Peringatan tersebut menjadi yang keempat dalam 24 jam ketika bentrokan kembali terjadi dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Di pasar energi, harga minyak mentah Brent bertahan di atas US$100 per barel. Gangguan terhadap jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz dan Laut Merah masih berlangsung sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global.
Adapun perang dan lonjakan harga bahan bakar tersebut turut menekan tingkat popularitas Trump hingga mencapai titik terendah dalam masa kepresidenannya.
Trump menuding pemerintah Iran berupaya memengaruhi pemilu sela AS yang akan digelar November. Pemilu tersebut akan menentukan apakah Partai Republik masih mampu mempertahankan kendali atas Kongres.
"Saya pikir perang akan segera berakhir setelah pemilu karena mereka sudah tidak mampu bertahan lagi. Mereka putus asa untuk mencoba memengaruhi pemilu," kata Trump, dilansir Reuters, Kamis (10/9/2026).
Trump sebelumnya juga beberapa kali menetapkan tenggat waktu agar perang tersebut berakhir.
Namun, laporan The Wall Street Journal menyebut sejumlah penasihat senior Gedung Putih, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, secara pribadi telah memperingatkan Trump bahwa konflik tersebut berpotensi terus berlangsung hingga sisa masa kepresidenannya yang berakhir pada Januari 2029.
Trump juga kembali mengancam Iran dengan kemungkinan serangan terhadap Pickaxe Mountain, sebuah fasilitas yang dijaga ketat dan memiliki dua kompleks terowongan yang dibangun jauh di bawah tanah. Lokasi tersebut berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya telah mengalami kerusakan.
Dalam pidatonya pada konvensi Partai Republik untuk pemilu sela, Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan aktivitas yang dianggap provokatif di fasilitas tersebut.
"Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami harus menghantam mereka dengan sangat keras," ujar Trump.
Ancaman terhadap Pickaxe Mountain bukan hal baru. Trump setidaknya telah menyampaikan ancaman serupa sejak pertengahan Juli.
AS dan Israel sebelumnya melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Februari, salah satunya dipicu kekhawatiran mengenai program nuklir Teheran. Iran sendiri menyatakan seluruh kegiatan nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)




