Jakarta, CNBC Indonesia - Industri keramik nasional mulai menunjukkan sinyal ekspansi di tengah perlambatan produksi global. Pemerintah dan pelaku industri sama-sama melihat momentum pertumbuhan yang cukup kuat, seiring dorongan sektor properti dan konstruksi dalam negeri yang kembali bergeliat.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyebut tingkat utilisasi pabrik dalam setahun terakhir mengalami lonjakan tajam. Ia menilai ruang pertumbuhan masih terbuka, terutama jika program pembangunan perumahan skala besar terealisasi.
"Di tahun lalu utilisasi meningkat luar biasa, kami sudah ke angka 73 persen. Tahun ini kami set target di angka 80 persen untuk ubin keramik. Dan kami yakin Insyaallah ini bisa dicapai. Ini masih di luar catatan kami jika 3 juta unit rumah itu tercapai, 3 juta unit rumah kami sudah kalkulasi, itu akan meningkatkan utilisasinya kami sebesar 16 persen," kata Edy saat pelantikan Dewan Pengurus Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, tambahan permintaan dari sektor perumahan berpotensi mendorong tingkat pemanfaatan mesin mendekati batas maksimal. Meski begitu, asosiasi tetap memasang proyeksi yang lebih konservatif untuk tahun berjalan.
"Jadi kalau tahun lalu 73 persen, izin ditambah ini (program 3 juta rumah) jalan 16 persen, ini akan mencapai 90 persen. Tapi untuk tahun ini kami masih menggunakan angka yang moderat di angka 80 persen," ujarnya.
Industri Penopang Ekonomi RI
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri keramik menjadi salah satu penopang penting sektor riil karena memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan perumahan dan proyek konstruksi. Selain itu, struktur industrinya dinilai cukup tangguh karena ditopang bahan baku lokal.
"Industri keramik memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sektor riil, khususnya properti dan konstruksi. Industri ini memiliki struktur yang relatif kuat, berbasis sumber daya alam lokal, serta termasuk industri siklikal yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi makro. Ketika ekonomi tumbuh, terutama ditopang oleh sektor riil, properti, dan konstruksi, permintaan keramik akan meningkat pesat dan memiliki potensi pasar yang terus berkembang," ujar Agus.
Dari sisi kapasitas, pemerintah mencatat kemampuan produksi terpasang industri keramik nasional sudah berada di level ratusan juta meter persegi per tahun dengan serapan tenaga kerja yang signifikan. Target jangka menengah pun dipasang cukup ambisius.
"Saat ini, kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun, dengan tingkat utilisasi produksi yang diperkirakan mencapai 73 persen pada tahun 2025, serta mampu menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja. Dengan potensi tersebut, industri keramik nasional memiliki visi untuk menembus peringkat empat besar produsen keramik dunia," ujar Agus.
Peningkatan Kapasitas Industri
Di sisi lain, kapasitas produksi nasional juga terus diperluas. Penambahan lini produksi baru disebut masih akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, mempertegas posisi Indonesia di peta industri keramik dunia.
"Dan sebagai laporan juga, Pak, bahwa di tahun ini ada tambah kapasitas lagi kurang lebih 4 persen. Tahun lalu installed capacity itu berada di angka 500-650 juta meter persegi install. Tahun ini akan meningkat menjadi 672 juta meter persegi. Dan dua tahun paling lambat di 2026, ada tambah lagi mencapai 701 juta meter persegi. Nah, ini semakin mengokohkan industri keramik, Pak, di nomor lima besar dunia untuk industri keramik," tutur Edy.
Menariknya, tren ekspansi di dalam negeri terjadi saat industri keramik global justru mengalami kontraksi. Data yang disampaikan asosiasi menunjukkan produksi dunia belum kembali ke titik puncaknya.
"Kemudian yang kami banggakan juga, bahwa saat kami rapat di Jogja WCTF Meeting di mana angka dunia bahwa peak angka produksi itu ada di tahun 2021, dunia. Total 15 miliar meter persegi. Di tahun 2024 turun ke 11,3 miliar, artinya ada penurunan 25 persen. Dan kita sebaliknya, di tahun 2024 ke tahun 2025, kita dari produksi 410 juta, kita meningkat ke 475 juta. Ini ada peningkatan yang luar biasa, kita bertumbuh sekitar 15 persen," ucapnya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)