Sinyal Damai India dan China, Saingan QRIS Bersatu

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - India dan China dalam tahap pembicaraan untuk bisa membuka akses pembayaran lintas batas kedua negara. Hal serupa telah dilakukan melalui QRIS untuk masyarakat Indonesia bertransaksi di sejumlah negara.

Dua sumber pemerintah yang dikutip Reuters mengatakan India tengah bernegosiasi untuk Alipay+ bisa terhubung dengan sistem pembayaran instan di India untuk transaksi lintas batas.

Jadi wisatawan India dapat tetap bisa bertransaksi. Mereka tinggal menggunakan Unified Payments Interface (UPI) India dengan pedagang yang bergabung dalam layanan Alipay+, dikutip dari Reuters, Selasa (3/2/2026).

Pembayaran lintas batas ini memang sudah jadi keinginan pemerintah dan bank sentral India. Dengan begitu masyarakat dan diaspora asal negara tersebut dapat membayar dengan Rupee, termasuk mengurangi hambatan dan biaya untuk transaksi di luar negeri.

Terkait keputusan akhir kerja sama ini, sumber pemerintah India mengatakan pihaknya akan melakukan pertimbangan aspek keamanan terlebih dulu. Karena Alipay masih terhubung dengan China tempat asal induk perusahaan Ant Group, sementara hubungan dua negara tidak begitu baik.

"Ada sensitivitas terkait posisi geopolitik atau untuk mengamankan infrastruktur digital serta data negara, karena asal Alipay dari China," ucap seorang sumber.

Baik Kementerian Keuangan India, Bank Sentral India, dan National Payments Corporation of India (NPCI) tidak segera menanggapi permintaan berkomentar. Begitu juga dengan Ant International.

Hubungan yang tak baik antar kedua negara memang menghambat untuk bisa melakukan pertukaran modal, teknologi hingga talenta. Misalnya India melakukan pengetatan pengawasan investasi perusahaan dari atau terkait China.

Sebagai informasi, Alipay+ digunakan 1,8 miliar akun dan lebih dari 150 juta pedagang untuk lebih dari 100 pasar. Penggunannya juga meluas tak hanya di Asia, namun juga Eropa, Timur Tengah hingga Amerika Latin.

Untuk UPI India, merupakan sistem yang umum di sana yang telah memproses hampir 18 miliar transaksi per bulannya.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |